3. Akuntansi dan Keuangan (Accounting & Finance)
Jurusan ini tetap menjadi tulang punggung dunia bisnis. Tingkat penyerapan kerja lulusan akuntansi mencapai 89 persen, sementara keuangan 86 persen.
Profesi seperti akuntan publik, analis keuangan, dan konsultan pajak selalu dibutuhkan di berbagai sektor industri.
4. Teknik (Engineering)
Bidang teknik seperti Teknik Sipil, Mesin, Elektro, dan Industri mencatat tingkat penyerapan kerja sekitar 85–90 persen.
Lulusan teknik dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur, hingga otomasi industri. Gaji awal yang kompetitif menjadi nilai tambah.
5. Sistem Informasi dan Manajemen TI
Jurusan ini menggabungkan teknologi informasi dan manajemen bisnis. Tingkat penyerapan kerja mencapai sekitar 82 persen.
Lulusan mampu mengelola sistem digital, menganalisis kebutuhan organisasi, serta menjaga keamanan data perusahaan.
6. Ilmu Kesehatan Terapan
Sektor kesehatan global masih kekurangan tenaga profesional. Tingkat penempatan kerja jurusan ini sekitar 81 persen.
Lulusan dapat bekerja sebagai administrator rumah sakit, analis laboratorium, manajer layanan kesehatan, hingga konsultan kebijakan publik.
7. Pendidikan (Education)
Sebanyak 83 persen lulusan pendidikan langsung bekerja sebagai guru atau tenaga pendidik.
Banyak negara mengalami kekurangan guru, terutama di bidang STEM dan pendidikan anak usia dini, sehingga prospeknya tetap stabil.
8. Logistik dan Manajemen Rantai Pasok
Pertumbuhan e-commerce dan kompleksitas distribusi global membuat jurusan ini semakin diminati. Tingkat pengangguran di bidang ini tergolong rendah, di bawah 5 persen.
Lulusan dapat bekerja sebagai manajer rantai pasok, analis operasional, atau konsultan logistik.









