5. Data Scientist — Rata-rata Gaji: US$113.913
Data scientist menganalisis pola, mengembangkan model prediktif, dan membantu perusahaan membuat keputusan berbasis data.
Keahlian machine learning menjadi nilai tambah besar dalam profesi ini.
6. Software Engineer — Rata-rata Gaji: US$111.978
Meski bukan profesi baru, peran software engineer kini semakin erat dengan AI.
Developer dituntut mampu membangun software yang kompatibel dengan modul AI dan algoritma pembelajaran mesin.
7. Robotics Engineer — Rata-rata Gaji: US$107.324
Dengan kenaikan permintaan otomatisasi di industri manufaktur, logistik, hingga otomotif, insinyur robotika semakin dicari.
Profesi ini memadukan keterampilan mekanik, kelistrikan, dan pemrograman.
8. Data Engineer — Rata-rata Gaji: US$104.992
Data engineer mengelola data mentah dan mengubahnya menjadi format yang siap dianalisis.
Peran mereka krusial karena kualitas data menentukan kualitas model AI yang dibangun.
9. NLP Engineer — Rata-rata Gaji: US$88.593
Ahli pemrosesan bahasa alami bekerja membuat sistem seperti chatbot, voice assistant, dan analisis sentimen.
Profesi ini memadukan linguistik, machine learning, dan rekayasa perangkat lunak.
10. Data Analyst & AI Support Roles (Tambahan Rekomendasi Coursera)
Selain sembilan posisi utama, Coursera juga menyoroti peran pendukung seperti:
- analis data tingkat lanjut
- spesialis evaluasi model
- teknisi AI ops
Peran-peran ini dibutuhkan karena ekosistem AI semakin kompleks.
BACA JUGA: Bangun Pusat Data Raksasa, Arab Saudi Siapkan 600.000 GPU untuk Ambisi AI Global
Investasi Talenta AI Terus Meningkat
Riset Coursera menekankan bahwa peningkatan investasi perusahaan—khususnya teknologi, finansial, dan industri berbasis data—langsung berdampak pada kebutuhan talenta AI.
Kompetensi teknis seperti:











