12 Fakta Terbaru Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Dugaan Bom Rakitan, Korban Luka Berat, hingga Motif Pelaku yang Diduga Korban Bullying

Baca Juga: Menhub Siapkan Strategi Besar Hadapi Nataru 2025/2026: Tiket Pesawat Ekonomi Resmi Turun Harga

“Ledakan ini mirip dengan pola aksi lone-wolf, di mana pelaku bertindak sendiri tanpa jaringan besar,” ujarnya dalam wawancara di TV Berita.

11. Sekolah Diliburkan Sementara

Pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar hingga kondisi dinyatakan aman. Dua posko darurat didirikan di RS Yarsi dan RS Cempaka Putih untuk membantu keluarga mencari anggota keluarga yang menjadi korban.

Guru SMAN 72, Toto, menuturkan, “Ledakannya sangat keras. Banyak siswa yang luka di bagian kaki dan tangan. Kami masih syok.”

12. Polisi Dalami Asal Bahan Peledak dan Profil Pelaku

Hingga Jumat malam, tim Inafis dan Gegana Polda Metro Jaya masih mengumpulkan bukti di lokasi. Polisi memeriksa sejumlah saksi dan melakukan profiling terhadap terduga pelaku, termasuk latar belakang keluarga dan aktivitas keseharian.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah bom rakitan ini dibuat sendiri atau diperoleh dari pihak lain. Semua kemungkinan masih terbuka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep.Ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tentang pentingnya keamanan dan kesehatan mental siswa. Dugaan motif pelaku yang berawal dari perundungan menunjukkan bahwa tindakan kekerasan di sekolah bisa berujung fatal.

Pihak kepolisian masih bekerja keras mengusut tuntas kasus ini—baik dari sisi teknis ledakan maupun motif psikologis di baliknya—guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***