13 Rumah Rusak dan Tiga Warga Luka-Luka Diterjang Angin Puting Beliung di Soreang

Agus, Ketua RT 5 RW 4 Kampung Pajagalan Timur, Desa Soreang, menyebut peristiwa itu berlangsung sangat cepat. “Kejadiannya kurang lebih jam 12.53 WIB. Ada gudang rongsokan dan sejumlah rumah rusak, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Budiman, warga yang berada di depan tokonya di Pasar Soreang saat angin melanda. “Awalnya cuaca mendung, tiba-tiba datang angin besar sambil mutar. Terpal sama kanopi pada terbang. Saya langsung tutup pintu toko karena takut,” tuturnya.

Sementara itu, warga lain bernama Irma Rahayu mengaku tengah pulang mengantar anak mengaji ketika angin kencang menghantam. “Saya sempat lihat seperti layangan terbang, ternyata angin besar bawa baliho. Kanopi rumah saya rusak, kerugiannya sekitar Rp12 juta,” katanya.

Baca Juga: Ratusan Pelajar di Garut Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Korban Tembus 657 Orang

BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

BPBD Kabupaten Bandung bersama unsur Forkopimda telah menyalurkan bantuan darurat dan mendampingi warga terdampak. Proses penanggulangan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat agar rumah yang rusak bisa kembali ditempati sementara waktu.

Menurut Beny Sonjaya, fenomena angin puting beliung kerap muncul pada masa peralihan musim. “Biasanya kejadian seperti ini muncul saat transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dan petir bisa memicu bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar warga tetap berhati-hati ketika cuaca ekstrem datang. “Jika hujan deras disertai angin kencang, segera cari tempat aman untuk berlindung. Jangan panik, dan jangan mudah percaya isu-isu yang tidak benar terkait bencana ini,” imbaunya.