Pendekatan Emosional Jadi Kunci Pembinaan Tim Indonesia
Manajer tim Indonesia, Sipat, menekankan bahwa pembinaan atlet difabel tidak dapat disamakan dengan pemain umum. Menurutnya, pendekatan emosional lebih efektif membuat mereka merasa aman dan mampu fokus pada instruksi.
“Mereka anak-anak istimewa, jadi harus ditangani dengan cara istimewa. Saya lebih banyak menggunakan pendekatan hati. Begitu mereka nyaman, mereka mudah diarahkan,” jelasnya.
Ia juga menyebut dukungan orang tua sangat besar, sehingga tim Indonesia menatap optimistis peluang meraih hasil terbaik di kompetisi ini.
Bandung Mantapkan Diri sebagai Kota Sport Tourism
Dukungan penuh datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Sekdispora Kota Bandung, Hendi Maulana Yusup, menyebut event ini sejalan dengan upaya Kota Bandung memperkuat identitasnya sebagai destinasi sport tourism.
“Sesuai tagline Pak Wali Kota, Bandung ingin menjadi kota sport tourism. Event seperti ini bukti bahwa Bandung mampu menggelar kegiatan olahraga tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.
BACA JUGA : Olahraga Jadi Nggak Mager! 10 Lokasi Jogging di Bandung yang Asyik Banget
Inklusi, Sportivitas, dan Semangat Tak Terbatas
Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025 diharapkan menjadi panggung penuh inspirasi bagi para atlet difabel intelektual. Bandung bukan hanya menjadi tuan rumah pertandingan, tetapi juga rumah bagi harapan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, komunitas olahraga, serta masyarakat, event ini menjadi langkah besar menuju dunia olahraga yang lebih inklusif dan penuh kesempatan.***











