BeritaBandungRaya.com – Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian dalam waktu singkat.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar kasus stroke berkaitan dengan gaya hidup yang sebenarnya dapat diubah. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah kebiasaan pada malam hari.
1. Terlambat Makan Malam
Makan malam terlalu larut dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Kondisi ini berdampak pada tekanan darah, metabolisme, dan kesehatan jantung secara keseluruhan.
BACA JUGA: Manfaat Alpukat untuk Kesehatan dan 4 Golongan yang Sebaiknya Menghindarinya
Penelitian menunjukkan bahwa makan setelah pukul 21.00 berkaitan dengan peningkatan risiko stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga waktu makan tetap teratur.
2. Malas Bergerak (Mager)
Beristirahat setelah aktivitas seharian memang diperlukan, namun terlalu lama tidak bergerak di malam hari bisa berdampak buruk.
Kebiasaan duduk atau berbaring terlalu lama, seperti menonton TV berjam-jam, dapat meningkatkan risiko stroke, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup sedentari.
Disarankan untuk melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 15–20 menit setelah makan malam.
3. Minum Alkohol Sebelum Tidur
Konsumsi alkohol di malam hari, meski dalam jumlah kecil, dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan merusak sel.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berkaitan dengan peningkatan risiko stroke. Mengganti alkohol dengan minuman sehat seperti teh herbal bisa menjadi pilihan yang lebih aman.










