3. Menghentikan atau Membatasi Konsumsi Alkohol
Pedoman terbaru menyarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol. Jika masih dikonsumsi, batas maksimal adalah dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka panjang, bahkan pada individu tanpa riwayat hipertensi.
4. Mengelola Stres Secara Konsisten
Stres memiliki hubungan erat dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam pedoman terbaru.
Aktivitas seperti olahraga teratur, yoga, meditasi, serta latihan pernapasan dianjurkan. Rekomendasi aktivitas fisik tetap berada di kisaran 75 hingga 150 menit per minggu, mencakup latihan aerobik dan latihan kekuatan.
BACA JUGA: Kuliah di Luar Kota dan Luar Negeri, Mahasiswa Diminta Waspadai Kesehatan Mental
5. Menurunkan Berat Badan Minimal 5 Persen
Bagi orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan minimal lima persen terbukti membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Upaya ini dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, penggunaan obat penurun berat badan sesuai anjuran dokter, atau pendekatan medis lainnya jika diperlukan.
6. Menerapkan Pola Makan DASH
Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) tetap menjadi rekomendasi utama dalam pedoman terbaru. Diet ini menekankan konsumsi rendah garam dan memperbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, susu rendah lemak, ikan, serta unggas.
Diet DASH tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.












