3. Kecaman dari Miss Universe Organization (MUO)
Tindakan Nawat memicu reaksi keras dari Miss Universe Organization (MUO).
Presiden MUO, Raúl Rocha Cantú, mengecam keras perilaku Nawat yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai pemberdayaan perempuan. “Menjadi tuan rumah seharusnya berarti memberikan kehormatan, bukan mempermalukan,” ujar Rocha dalam pernyataannya. MUO bahkan dikabarkan akan meninjau ulang kerja sama mereka dengan penyelenggara Thailand setelah kejadian tersebut.
4. Tuduhan Sponsor Judi Online Memperburuk Situasi
Belum reda soal penghinaan terhadap Miss Meksiko, Nawat kembali membuat kontroversi dengan menuding adanya sponsor ilegal dari perusahaan judi online dalam kegiatan Miss Universe 2025.
Polisi Thailand kini tengah menyelidiki kasus tersebut setelah muncul foto Miss Filipina berpose dengan bantal berlogo sponsor yang dicurigai sebagai situs judi. MUO membantah keras tuduhan itu dan menegaskan bahwa sponsor tersebut bukan bagian dari mitra resmi mereka.
5. Drama Internal antara MUO dan Penyelenggara Thailand
Kisruh di Miss Universe 2025 tidak lepas dari konflik internal antara MUO pusat dan penyelenggara lokal.
Sejak awal, hubungan antara Miss Universe Organization dan Miss Universe Thailand (MUT) sudah menegang.
Hal ini dipicu setelah Anne Jakrajutatip menjual 50 persen saham MUO pada 2024, yang membawa perubahan besar di struktur organisasi. Penunjukan Nawat sebagai Direktur Eksekutif Miss Universe 2025 justru memperkeruh suasana karena terjadi tumpang tindih kewenangan antara MUO pusat dan MUT di Thailand.













