4. Shogo Makishima – Antagonis Pecinta Sastra Klasik
Dalam Psycho-Pass, Makishima dikenal sebagai antagonis karismatik yang gemar membaca buku fisik di era serba digital.
Ia sering mengutip karya sastra klasik seperti tulisan George Orwell dan William Shakespeare. Baginya, buku cetak adalah simbol kebebasan berpikir di tengah masyarakat yang dikendalikan sistem.
5. Myne – Gadis yang Hidup untuk Buku
Karakter utama dalam Ascendance of a Bookworm ini benar-benar mencintai buku. Setelah bereinkarnasi di dunia tanpa literasi modern, ia berjuang menciptakan kertas dan tinta demi bisa membaca kembali.
Ambisinya membangun perpustakaan pribadi menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap dunia literasi.
6. Ken Kaneki – Mahasiswa Sastra yang Tragis
Sebelum berubah menjadi ghoul dalam Tokyo Ghoul, Kaneki adalah mahasiswa sastra yang gemar membaca novel misteri.
Kecintaannya pada literatur bahkan menjadi awal pertemuannya dengan Rize. Buku menjadi simbol sisi lembut Kaneki sebelum hidupnya berubah drastis.
7. Armin Arlert – Pemimpi Dunia Luar
Dalam Attack on Titan, Armin kecil terinspirasi oleh buku tentang dunia luar yang dilarang.
Bacaan tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu dan mimpi kebebasan. Imajinasi yang lahir dari buku membuatnya menjadi pemikir strategis di tengah peperangan brutal.
Mengapa Karakter Kutu Buku Begitu Menarik?
Karakter pecinta buku menghadirkan keseimbangan dalam cerita. Di saat tokoh lain mengandalkan kekuatan fisik, mereka menggunakan kecerdasan, analisis, dan wawasan luas untuk menghadapi masalah.
Selain itu, kebiasaan membaca sering menjadi simbol kedewasaan emosional dan kedalaman karakter. Penonton pun dapat melihat bahwa kekuatan tidak selalu berasal dari otot, melainkan juga dari pengetahuan.









