3. Mengatur Napas dengan Teknik 4-7-8
Teknik pernapasan ini cukup populer untuk meredakan ketegangan.
Caranya:
-
Tarik napas 4 detik lewat hidung
-
Tahan 7 detik
-
Hembuskan 8 detik lewat mulut
Menurut Alicia, ritme pernapasan yang stabil dapat menurunkan rasa cemas dan membuat suara lebih terkontrol.
4. Pemanasan Rahang
Agar artikulasi lebih jelas, lakukan pemanasan sederhana di bagian rahang dengan mengulang lima huruf vokal secara perlahan dan tegas. Pemanasan ini membantu otot mulut lebih rileks.
5. Pemanasan Lidah dengan Tongue Twister
Tongue twister seperti “kuku kakekku kaku-kaku” melatih kelenturan lidah dan kecepatan pengucapan. Latihan ini penting agar pembicaraan tidak mudah belibet ketika tampil.
6. Hentikan Pikiran Negatif
Pikiran negatif seperti “nanti salah”, “nanti lupa”, atau “nanti diketawain orang” dapat mengganggu fokus dan memblokir memori. Alicia menekankan bahwa menghapus pikiran negatif adalah kunci untuk menjaga konsentrasi.
7. Berdoa agar Lebih Tenang
Alicia menutup sesi dengan mengingatkan peserta agar tidak lupa berdoa sebelum tampil. Selain menenangkan hati, berdoa dapat membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan saat public speaking.
BACA JUGA : Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar di Tengah Cuaca Ekstrem yang Tidak Menentu
Public Speaking Bukan Hanya untuk Ekstrover
Alicia menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya dimiliki oleh orang yang ekstrover. Introver sekalipun bisa berkembang menjadi pembicara yang baik selama mau berlatih secara konsisten.
“Public speaking itu keterampilan, bukan bakat. Semua orang bisa belajar.***











