4. Terlalu Sering Mengucapkan Maaf
Meminta maaf adalah sikap yang baik ketika memang melakukan kesalahan. Namun, jika Anda terlalu sering mengucapkannya untuk hal-hal sepele, kesan percaya diri bisa berkurang.
Gunakan kata “maaf” secara proporsional agar tetap memiliki makna dan tidak terkesan berlebihan.
5. Tidak Nyaman dengan Keheningan
Banyak orang merasa harus terus berbicara agar percakapan tidak terasa canggung. Padahal, jeda atau keheningan sejenak justru menunjukkan ketenangan dan kedewasaan.
Keheningan memberi ruang untuk berpikir dan merespons dengan lebih matang. Tidak perlu terburu-buru mengisi setiap celah percakapan.
6. Selalu Setuju dengan Semua Orang
Berusaha menyenangkan semua orang dengan selalu mengiyakan pendapat mereka justru membuat Anda terlihat tidak memiliki pendirian.
Wibawa terbentuk dari keberanian menyampaikan pandangan yang berbeda secara sopan dan logis. Perbedaan pendapat bukanlah ancaman, melainkan bagian dari diskusi sehat.
7. Mengalihkan Topik ke Diri Sendiri
Berbagi pengalaman pribadi memang dapat memperkaya percakapan. Namun, jika setiap cerita orang lain selalu Anda respons dengan cerita tentang diri sendiri, kesan egois bisa muncul.
Komunikasi yang baik tidak hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mendengarkan secara aktif dan penuh empati.
BACA JUGA: 7 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Mental Tangguh, Psikologi Sebut Kunci Resilience
8. Terlalu Sering Menunjukkan Keraguan
Penggunaan kata-kata seperti “mungkin”, “kurang lebih”, atau “sepertinya” secara berlebihan dapat membuat ucapan terdengar tidak tegas.
Gunakan bahasa yang lugas dan jelas agar pesan tersampaikan dengan kuat dan meyakinkan.












