7. Perhitungkan Tanggung Jawab Keluarga Besar
Dalam konteks keluarga Indonesia, perencanaan keuangan sering kali mencakup dukungan finansial bagi orang tua atau anggota keluarga lainnya.
Oleh karena itu, keluarga perlu memasukkan tanggung jawab ini ke dalam perencanaan sejak awal agar tidak mengganggu stabilitas keuangan keluarga inti. Komunikasi terbuka mengenai kemampuan dan batasan finansial menjadi kunci utama.
BACA JUGA: 5 Tips Merayakan Imlek 2026 agar Lebih Hangat dan Bermakna Bersama Keluarga
8. Bangun Komunikasi dan Literasi Keuangan
Pengelolaan keuangan keluarga bukan tanggung jawab satu pihak saja. Sebaliknya, pasangan dan anggota keluarga perlu terlibat sesuai perannya masing-masing.
Awal tahun menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan berdiskusi tentang keuangan secara terbuka. Dengan literasi keuangan yang baik, keluarga dapat mengambil keputusan secara rasional dan meminimalkan potensi konflik.
9. Jadikan 2026 sebagai Tahun Konsolidasi Keuangan
Alih-alih mengejar target yang terlalu ambisius, keluarga sebaiknya menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi keuangan. Fokuskan perhatian pada perbaikan arus kas, pembentukan kebiasaan menabung, serta penguatan fondasi finansial.
Pada akhirnya, perencanaan keuangan tidak harus rumit. Langkah sederhana yang dijalankan secara konsisten akan membantu keluarga menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih tenang, terukur, dan terarah.***






