Strategi Zakat Berbasis Kearifan Lokal, Rumah Amal Salman, Akademizi dan IZI Bahas Tantangan Kesejahteraan Jabar

BeritaBandungRaya.com – Akademizi LAZNAS IZI bersama LAZNAS Rumah Amal Salman menggelar Seminar Interaktif bertema “Tantangan Kesejahteraan di Jawa Barat dalam Perspektif Sosial Budaya dan Strategi Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal” di Gedung Serba Guna (GSG) Salman ITB, Kamis (21/8).

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS Muhammad Hasbi Zaenal, Dewan Pakar Salman ITB sekaligus anggota Komite Daerah Ekonomi Syariah Jawa Barat Budiana Kartawijaya, serta Direktur Akademizi Nana Sudiana.

Dalam paparannya, Muhammad Hasbi Zaenal menyampaikan capaian zakat nasional tahun 2024 yang berhasil dihimpun sekitar Rp40 triliun. Tahun ini, BAZNAS menargetkan peningkatan hingga Rp50 triliun.

“Per Juli 2025, kita sudah mencapai separuh dari target tersebut. Insya Allah sampai Februari 2026 angka Rp50 triliun bisa terwujud. Bahkan sesuai proyeksi Bappenas, dalam lima tahun ke depan target kita Rp66 triliun, dan di 2029 ditargetkan menembus Rp100 triliun,” jelas Hasbi.

Baca Juga: Langsung! Link Live Streaming D’Academy 7 Top 22 Grup 2, Kamis 21 Agustus 2025

Meski optimistis, ia mengakui tantangan seperti penurunan daya beli, inflasi, hingga fluktuasi harga emas perlu diantisipasi. Hasbi menambahkan, potensi zakat nasional sebenarnya sangat besar, yakni mencapai Rp327 triliun, namun realisasi masih sekitar 10–15 persen.

Selain fokus pada penghimpunan, BAZNAS juga memperkuat pendataan mustahik agar penyaluran lebih tepat sasaran. Tahun 2024, zakat telah disalurkan ke lebih dari 287 ribu rumah tangga mustahik, atau sekitar 1 juta jiwa penerima manfaat.