BeritaBandungRaya.com – Kinerja bisnis yang kuat sepanjang 2025 menjadi pijakan bagi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) untuk menghadirkan berbagai program spesial Ramadan 2026. Melalui kampanye bertajuk “Jalani Ramadan dengan Tenang Bersama Adira”, perusahaan menghadirkan solusi pembiayaan hingga program sosial yang dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
Program ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari mobilitas mudik, perencanaan ibadah, hingga solusi finansial menjelang Lebaran. Adira Finance menilai Ramadan sebagai momentum penting ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk konsumsi, transportasi, maupun perencanaan ibadah.
Rangkaian program ini didukung oleh fundamental bisnis Adira Finance yang solid sepanjang 2025. Kinerja tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus menghadirkan solusi yang relevan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Semaja Menteng beberapa waktu lalu, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi Adira untuk menghadirkan pertumbuhan yang bukan hanya sehat secara bisnis, tetapi juga bermakna bagi masyarakat.
Baca Juga: Regala Mansion: Hunian Mewah di Bandung dengan Ballroom Pribadi di Dalam Rumah Karya Lifetime Design
“Ramadan adalah momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk mobilitas, konsumsi, maupun perencanaan ibadah. Sebagai perusahaan pembiayaan, peran kami bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan melalui solusi yang lebih terencana dan bertanggung jawab. Bagi Adira, pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang berjalan seiring dengan nilai dan manfaat yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Made.
Kinerja 2025 Tumbuh Solid, Kualitas Aset Tetap Terjaga
Komitmen Adira dalam menghadirkan pertumbuhan yang sehat tercermin dalam capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025. Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Piutang pembiayaan yang dikelola juga meningkat 13% menjadi Rp63,4 triliun, mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap terjaga.







