Adira Finance Catat Kinerja Solid 2025, Hadirkan Program Ramadan 2026 untuk Mudik, Ibadah, dan Pembiayaan

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang membaik ke level 2,0%.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan bahwa fundamental yang kuat menjadi bekal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menghadirkan program-program yang relevan bagi masyarakat.

Baca Juga: 10 Pasar Takjil Paling Ramai di Bandung 2026, Surganya Kuliner Ramadan

“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin. Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6–8%, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026. Fondasi inilah yang membuat kami optimistis menyambut 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Sylvanus.

Optimisme tersebut juga tercermin dalam partisipasi Adira Finance sebagai Official Multifinance Partner dan Official Trade-in Partner pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026, bersama Danamon dan didukung MUFG. Selama periode penyelenggaraan, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebesar 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan pembiayaan tetap tumbuh dan daya beli masyarakat menunjukkan resiliensi.