BeritaBandungRaya.com – Seekor anak Harimau Benggala bernama Hara dilaporkan mati di Bandung Zoo akibat infeksi virus mematikan. Sementara satu anak harimau lainnya, Huru, saat ini masih menjalani perawatan medis intensif.
Kedua anak harimau tersebut lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk Sahrulkan dan Jelita. Menurut Muhammad Farhan, keduanya telah terpapar virus sejak lahir dari induknya.
“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya. Ini memang virus khas pada keluarga kucing besar,” ujar Farhan dalam keterangan resmi di Bandung, Kamis (26/3/2026).
BACA JUGA: Jendela Alam Bandung, Wisata Edukatif Anak yang Wajib Dikunjungi Saat Lebaran 2026
Terinfeksi Virus Feline Panleukopenia
Virus yang menyerang diketahui adalah Feline Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin, termasuk harimau dan kucing domestik.
Penyakit ini menyebabkan penurunan drastis sel darah putih, sehingga sistem kekebalan tubuh melemah dan hewan menjadi sangat rentan terhadap infeksi lain.
Sebagai langkah penanganan, seluruh anak harimau langsung dipisahkan dari induknya sejak awal. Induknya sendiri dilaporkan tetap sehat karena telah memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Kondisi Anak Harimau yang Masih Bertahan
Huru, anak harimau yang masih hidup, kini menunjukkan perkembangan positif. Gejala seperti diare dan muntah dilaporkan telah berhenti, dan aktivitasnya mulai meningkat.
“Diare sudah tidak ada, muntah juga berhenti, dan kondisinya lebih aktif dibandingkan hari sebelumnya. Makan juga sudah mulai masuk,” jelas Farhan.
Tim medis yang terdiri dari lima dokter hewan terus melakukan pemantauan ketat. Penanganan meliputi pemberian antibiotik, obat anti-muntah, cairan rehidrasi, suplemen imun, serta antivirus.
Menurut Farhan, Huru telah melewati fase kritis selama 72 jam pertama — periode yang sangat menentukan dalam penanganan infeksi virus ini.
“Biasanya kalau sudah lewat fase kritis ini, peluang untuk terus membaik semakin besar. Tapi tetap harus dipantau secara intensif,” katanya.









