Antusiasme Penonton Warnai Screening Film “Pelangi di Mars” di Bandung, Hadirkan Pengalaman Sci-Fi Keluarga yang Berbeda

Teknologi XR Jadi Keunggulan Utama

Salah satu daya tarik utama film ini adalah penggunaan teknologi Extended Reality (XR) secara masif dalam proses produksinya.

Teknologi ini memungkinkan penciptaan latar virtual yang realistis, sehingga memberikan pengalaman visual yang berbeda dibanding film lokal pada umumnya.

Proses produksi film ini bahkan memakan waktu lebih dari lima tahun dan melibatkan ratusan talenta dari berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi besar ini menjadi bukti keseriusan sineas Tanah Air dalam menghadirkan karya berkualitas tinggi.

Tantangan Akting di Dunia Virtual

Dalam sesi wawancara, Messi Gusti mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah membangun imajinasi sebagai anak yang hidup di Mars.

Menurutnya, ia harus membayangkan cara berjalan, berinteraksi, hingga kehidupan sehari-hari di planet tersebut, meski sebenarnya berada di Bumi.

Selain itu, penggunaan teknologi XR membuatnya sering berakting tanpa lawan main secara langsung, terutama saat berinteraksi dengan karakter robot.

Tidak hanya itu, kostum astronaut yang dikenakan selama syuting juga menjadi tantangan tersendiri karena cukup berat dan membatasi pergerakan.

Untuk mendalami peran, ia melakukan berbagai riset, termasuk menonton referensi serta berdiskusi dengan pelatih akting dan body actor.

Dorong Anak Indonesia Cintai Genre Sci-Fi

Melalui film ini, para pembuat berharap genre sci-fi semakin dikenal dan diminati oleh anak-anak Indonesia.

Selama ini, film bertema luar angkasa masih tergolong jarang diproduksi karena tingkat kesulitan teknis yang tinggi. Namun, “Pelangi di Mars” hadir untuk membuka peluang baru di industri perfilman nasional.

Film ini juga diharapkan mampu memicu rasa ingin tahu anak-anak terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.