Apa Itu Child Grooming? Istilah yang Viral Usai Pengakuan Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings

BeritaBandungRaya.com – Istilah child grooming kembali menjadi perbincangan luas di media sosial dan ruang publik setelah aktris Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman traumatis masa remajanya melalui buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Pengakuan tersebut membuka mata publik tentang bahaya manipulasi psikologis yang kerap menimpa anak dan remaja tanpa disadari.

Dalam buku tersebut, Aurelie Moeremans secara terbuka menceritakan bahwa dirinya menjadi korban child grooming saat berusia 15 tahun oleh seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat darinya. Kisah ini sekaligus memicu pertanyaan masyarakat: apa itu child grooming dan seberapa berbahaya dampaknya bagi korban?

Pengertian Child Grooming

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan secara bertahap oleh orang dewasa terhadap anak atau remaja dengan tujuan membangun kepercayaan, ikatan emosional, hingga akhirnya melakukan eksploitasi, termasuk pelecehan seksual.

Baca Juga: Pemkot Bandung Olah 100 Ton Sampah per Hari Jadi RDF untuk Antisipasi Darurat Sampah

Berbeda dengan kekerasan yang terjadi secara langsung, child grooming berlangsung perlahan dan terencana. Pelaku—yang kerap disebut groomer—sering kali tampil sebagai sosok baik, perhatian, bahkan dipercaya oleh keluarga korban. Inilah yang membuat praktik ini sulit dikenali sejak awal.

Child Grooming Bukan Kejadian Instan

Penting dipahami bahwa child grooming bukanlah tindakan tunggal, melainkan rangkaian proses yang bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pelaku biasanya memulai dengan pendekatan emosional, berpura-pura menjadi teman, mentor, atau figur yang memberikan rasa aman.