Asing Ramai-ramai Net Sell Saham Bank Jumbo, BBCA Terbesar Sepanjang 2025

Menariknya, tidak semua saham yang dilepas asing berakhir dengan kinerja negatif. Saham tambang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru mencatat lonjakan harga signifikan, naik lebih dari 200 persen sepanjang 2025 ke level Rp366 per saham, meski masih mengalami net sell asing sekitar Rp3,88 triliun.

Kepemilikan Asing Turun ke Level Pandemi

Menurut riset CGS International (CGSI) tertanggal 9 Desember 2025, kepemilikan asing di saham-saham bank besar Indonesia mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun hingga November 2025. Level kepemilikan tersebut kini mendekati posisi awal pandemi Covid-19.

Pada periode puncak 2023–2024, kepemilikan asing di sektor perbankan sempat berada di atas 75 persen, atau lebih dari satu standar deviasi di atas rata-rata 10 tahun. Namun, saat ini angkanya turun ke kisaran 60–70 persen, atau satu standar deviasi di bawah rata-rata historis.

“Arus dana keluar ini dipicu oleh kombinasi faktor makro global serta penurunan proyeksi laba berdasarkan konsensus Bloomberg,” tulis analis CGSI dalam laporannya.

BACA JUGA: Blibli Tutup 2025 dengan Berbagai Penghargaan atas Layanan, Inovasi, dan Kepercayaan Pelanggan

Saham Konsumsi dan Kesehatan Ikut Dilepas

Selain perbankan dan energi, saham sektor konsumsi dan kesehatan juga masuk dalam daftar emiten yang banyak dilepas asing. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan net sell asing sekitar Rp2,84 triliun, dengan harga saham melemah sekitar 10 persen ke level Rp8.200 per saham.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalami net sell asing sekitar Rp2,42 triliun. Hingga akhir perdagangan 30 Desember 2025, harga saham KLBF tercatat turun sekitar 26 persen ke posisi Rp1.205 per saham.

Kesimpulan

Aksi jual bersih investor asing sepanjang 2025 menunjukkan kehati-hatian pasar terhadap prospek ekonomi dan kinerja emiten, khususnya di sektor perbankan. Meski demikian, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kinerja positif, mencerminkan adanya peluang selektif di tengah tekanan pasar.***