Ketua DPD ASITA Jawa Barat, Daniel G. Nugraha mengatakan, langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar pariwisata Jawa Barat, tidak hanya di tingkat domestik tetapi juga mancanegara, sehingga semakin banyak wisatawan yang menjadikan provinsi ini sebagai destinasi utama perjalanan.
Daniel menjelaskan bahwa WJTM 2025 dirancang sebagai forum business matching yang mempertemukan seller dari Jawa Barat dengan buyer dari luar daerah maupun luar negeri. “Konsepnya sederhana tapi efektif, yaitu mempertemukan para seller Jawa Barat dengan buyer dari luar provinsi. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal produk wisata kita, tapi juga menjualnya ke calon wisatawan sehingga meningkatkan kunjungan inbound turis ke Jawa Barat,” ungkap Daniel.
Baca Juga: Bocoran Ballon d’Or 2025: Lamine Yamal Dikabarkan Jadi Pemenang?
“Jadi tidak hanya menunggu wisatawan datang, tapi kita menjemput mereka. Setelah melihat langsung keindahan dan potensi wisata, buyer bisa lebih percaya diri menjual paket wisata Jawa Barat,” tambah Daniel.
Selain destinasi, faktor konektivitas transportasi menjadi daya tarik utama. Daniel mencontohkan tren wisatawan yang kini memanfaatkan layanan kereta api seperti Kereta Whoosh dan Kereta Panoramic untuk perjalanan Bandung–Garut–Jakarta. “Akses kereta api ini menjadi nilai tambah karena selain cepat, juga menjadi atraksi wisata itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menegaskan bahwa geliat pariwisata Jabar sudah menunjukkan tren positif. Hingga triwulan I tahun 2025, tercatat 18,8 juta wisatawan domestik berkunjung ke Jawa Barat serta 279 ribu wisatawan mancanegara.












