Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Dokter Jantung Ingatkan Soal Risiko ke Jantung

BeritaBandungRaya.com – Gorengan seolah menjadi menu takjil wajib saat berbuka puasa. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat makanan ini sulit ditolak. Namun di balik kelezatannya, konsumsi gorengan berlebihan ternyata tidak disarankan karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama jantung.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, Yislam Aljaidi, SpJP FIHA, menjelaskan bahwa saat berbuka puasa tubuh idealnya membutuhkan asupan dengan gizi seimbang, bukan sekadar makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

“Sebenarnya idealnya kita makan pola gizinya seimbang. Kalau makanan dengan gorengan, apalagi sudah ditepungin lagi, itu karbo, dengan gorengan jadi ultra-processed food. Kadar lemaknya menjadi lebih tinggi. Jadi hanya tinggi karbohidrat dan tinggi lemak. Nah itu yang harus dipertimbangkan,” ujarnya saat ditemui di Cibubur, Kamis (19/2/2026).

BACA JUGA: 7 Tanda Seseorang Menyimpan Perasaan Lebih dari Sekadar Teman, Menurut Psikologi

Gorengan Termasuk Ultra-Processed Food

Menurut dr Yislam, gorengan yang telah melalui proses pengolahan berulang, ditambah tepung dan minyak panas, masuk dalam kategori ultra-processed food atau makanan olahan berlebih. Jenis makanan ini umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, dan minim kandungan gizi penting seperti serat, vitamin, dan mineral.

Jika dikonsumsi terus-menerus, kombinasi lemak tinggi dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Boleh Sesekali, Asal Tidak Rutin

Meski demikian, dr Yislam menegaskan bahwa mengonsumsi gorengan sesekali tetap diperbolehkan, selama tidak menjadi kebiasaan harian dan tetap diimbangi pola hidup sehat.

“Kalau makan sesekali sih boleh saja. Tapi tetap lakukan pola hidup sehat, olahraga teratur, dan konsumsi makanan bergizi lainnya. Misalnya makanan tinggi protein dan lemak sehat. Itu lebih penting agar pola makan kita tetap seimbang,” jelasnya.

Selama Ramadan, pengaturan pola makan menjadi kunci agar tubuh tetap bugar meski berpuasa. Menu berbuka sebaiknya mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta cukup cairan.