BeritaBandungRaya.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan menghindari pemborosan, khususnya dalam penggunaan LPG rumah tangga. Imbauan ini disampaikan usai dirinya meninjau kesiapan sektor energi menjelang arus balik Lebaran 2026.
Menurut Bahlil, kebiasaan sederhana seperti mematikan kompor setelah makanan matang dapat berdampak besar dalam menghemat konsumsi energi nasional. Ia menilai langkah tersebut penting dilakukan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” ujarnya dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Jumat (27/3/2026).
Bahlil menjelaskan, situasi geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah, berpotensi mengganggu rantai pasok energi global. Dampaknya bisa dirasakan oleh negara-negara yang masih bergantung pada impor energi, termasuk Indonesia.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 70 persen kebutuhan LPG. Sementara itu, untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, sekitar 50 persen pasokan juga masih berasal dari impor. Meski demikian, pemerintah terus berupaya mencari alternatif sumber energi dan meningkatkan produksi dalam negeri.
Dalam kondisi tersebut, Bahlil menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas energi nasional. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan.









