Bandung Kembali Jadi Kota Termacet di Indonesia, Ini Penjelasan Dishub

BeritaBandungRaya.com – Kota Bandung kembali menyandang predikat sebagai kota termacet di Indonesia. Berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan di Kota Bandung mencapai 64,1 persen dengan kecepatan rata-rata kendaraan hanya 18,5 kilometer per jam.

Capaian tersebut menempatkan Bandung di peringkat pertama kota termacet nasional, peringkat kelima di Asia, serta urutan ke-16 dunia dalam daftar kota dengan tingkat kemacetan tertinggi.

BACA JUGA: Jadwal Atraksi Barongsai Imlek 2026 di Bandung, Catat Lokasi dan Tanggal Pertunjukannya

Dishub: Macet Tak Terjadi Sepanjang Hari

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menegaskan bahwa kondisi kemacetan di Bandung tidak berlangsung sepanjang hari. Menurutnya, kepadatan lalu lintas paling tinggi terjadi pada jam-jam sibuk pagi hari.

“Macet di Kota Bandung biasanya hanya terjadi pada jam kerja, terutama pagi hari antara pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Setelah itu, kondisi lalu lintas relatif lebih lancar, meskipun banyak anggapan bahwa Bandung selalu macet,” ujar Rasdian, Jumat (23/1/2026).

Titik Kemacetan Terparah di Kota Bandung

Rasdian mengungkapkan, titik-titik kemacetan tersebar di hampir seluruh wilayah Kota Bandung dengan karakter arus yang berbeda-beda.

Untuk wilayah Bandung Selatan, kepadatan lalu lintas sering terjadi pada arus timur ke barat, mulai dari Cibiru menuju Cibeureum. Sementara itu, dari arah barat, kemacetan kerap terjadi di jalur Junjunan, terutama dari arah Gunung Halu Cimahi menuju pusat Kota Bandung.

“Titik lainnya juga terjadi dari arah timur melalui jalur Cibiru, Cicaheum, Antapani, dan sekitarnya. Hampir semua arah memiliki titik rawan kemacetan,” jelasnya.