BEI Suspensi Empat Saham pada 9 Januari 2026, Ini Daftar Emiten dan Pergerakan Harganya

BeritaBandungRaya.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan empat saham pada Jumat, 9 Januari 2026. Kebijakan suspensi tersebut berlaku sejak sesi I di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Empat saham yang disuspensi meliputi emiten sektor perkebunan, pelayaran, logistik, dan consumer goods, yaitu PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).

Dalam pengumuman resminya, BEI menyampaikan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari mekanisme perlindungan investor setelah terjadi pergerakan harga saham yang signifikan dalam waktu singkat.

“Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham NSSS, LEAD, PPGL, dan LUCY pada tanggal 9 Januari 2026,” tulis BEI dalam keterangannya, Jumat.

BACA JUGA: Saham RLCO Meledak 1.810% dalam Sebulan, Emiten Walet Ini Jadi Fenomena Bursa

Pergerakan Saham Sebelum Disuspensi

Sebelum disuspensi, keempat saham tersebut mencatatkan lonjakan harga yang cukup tajam, baik secara harian maupun bulanan.

1. NSSS (PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk)

Saham emiten sawit ini mengalami penguatan konsisten sejak awal pekan. Dalam sepekan, NSSS naik sekitar 31 persen dan mencatatkan kenaikan lebih dari 80 persen dalam satu bulan terakhir. Pada perdagangan Kamis (8/1/2026), saham NSSS ditutup di level Rp1.250 setelah melonjak lebih dari 20 persen.

2. LEAD (PT Logindo Samudramakmur Tbk)

Saham perusahaan perkapalan ini sempat mengalami koreksi, namun kembali rebound pada perdagangan Kamis. Secara mingguan LEAD mencatatkan kenaikan dua digit, sementara secara bulanan melonjak lebih dari 150 persen.