Benarkah Satu Prompt ChatGPT Boros Air? Ini Klarifikasi Sam Altman dan Fakta Dampak Lingkungan AI

BeritaBandungRaya.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan kekhawatiran baru terkait dampaknya terhadap lingkungan, termasuk isu konsumsi air dan energi. Narasi yang viral di internet menyebutkan bahwa satu kali prompt ke ChatGPT dapat menghabiskan hingga belasan galon air. Klaim tersebut memicu perdebatan publik mengenai keberlanjutan teknologi AI.

Namun, CEO Sam Altman dari OpenAI membantah keras anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak berdasar dan menyesatkan.

Dalam sebuah diskusi publik di India yang dilaporkan oleh The Indian Express pada 23 Februari 2026, Altman menanggapi langsung isu tersebut. Ia menyebut klaim bahwa satu kueri ChatGPT menghabiskan sekitar 17 galon air sebagai narasi yang “benar-benar tidak masuk akal”.

Menurut Altman, konsumsi air memang pernah menjadi tantangan nyata di pusat data yang menggunakan sistem pendingin evaporatif. Namun, teknologi pendinginan terus berkembang dan tidak semua pusat data bergantung pada metode tersebut.

Ia juga membantah klaim lain yang menyatakan satu prompt ChatGPT setara dengan 1,5 kali pengisian daya iPhone. “Angka itu tidak mendekati kenyataan,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Anime yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga, Seru dan Penuh Nilai Positif

Meski membantah klaim boros air, Altman mengakui bahwa konsumsi energi AI adalah isu yang valid untuk diperhatikan. Adopsi AI yang semakin luas meningkatkan kebutuhan daya pusat data secara signifikan.

Ia menekankan pentingnya transisi energi global menuju sumber yang lebih bersih untuk menopang infrastruktur teknologi masa depan, seperti: