Sebagai perbandingan, pelatih asing dengan prestasi setara di Liga Malaysia diketahui bisa mengantongi gaji antara USD 600 ribu hingga USD 1 juta per tahun. Dengan reputasi dan pencapaian Hodak, nominal serupa dianggap masuk akal.
Spesialis Juara di Asia Tenggara
Bojan Hodak bukan nama baru di kawasan Asia Tenggara. Karier kepelatihannya dimulai pada 2006 bersama UPB-MyTeam FC di Malaysia, sebelum kemudian meraih sukses besar di berbagai negara.
Ia pernah mengantarkan Kelantan FC dan Johor Darul Ta’zim menjuarai Liga Malaysia, membawa Phnom Penh Crown berjaya di Liga Kamboja, hingga mencetak sejarah bersama Persib Bandung di Liga Indonesia. Tak hanya itu, Hodak juga pernah membawa Timnas Malaysia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2018.
Baca Juga:Deretan Serial Netflix Comeback di 2026, dari One Piece hingga The Witcher
Catatan prestasi tersebut menjadikannya salah satu pelatih asing tersukses yang pernah berkiprah di sepak bola Indonesia.
Sejarah Bersama Persib Bandung
Direkrut Persib pada Juli 2023 untuk menggantikan Luis Milla, Bojan Hodak langsung memberikan dampak signifikan. Ia mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2023/2024, lalu mengulanginya pada musim 2024/2025.
Prestasi back-to-back championship itu menjadi sejarah tersendiri bagi Persib Bandung, sekaligus menempatkan Hodak sebagai pelatih asing pertama yang mampu membawa Maung Bandung juara dua musim berturut-turut di era Liga 1.
Pada musim 2025/26, konsistensi Persib kembali terjaga dengan status juara paruh musim dan kiprah impresif di ACL 2, menambah panjang daftar pencapaian Hodak di Bandung.
Kepemimpinan Tegas dan Humanis
Di balik ketegasannya di pinggir lapangan, Bojan Hodak dikenal memiliki pendekatan yang humanis terhadap pemain. Beberapa penggawa Persib menyebutnya sebagai pelatih yang adil dan komunikatif.






