Hindari Tambahan Sirup pada Buah Potong
dr. Tirta juga menyoroti kebiasaan menambahkan sirup atau gula cair pada buah potong saat berbuka puasa.
Menurutnya, tambahan gula tersebut dapat membuat asupan kalori meningkat secara signifikan tanpa disadari.
“Buah potong boleh, tapi jangan dikasih sirup itu sugar bomb,” katanya.
Ia menilai buah segar sebenarnya sudah memiliki kadar gula alami yang cukup untuk membantu memulihkan energi tubuh setelah berpuasa.
Minum Berlebihan Bisa Picu Ketidaknyamanan
Selain makanan manis, kebiasaan minum dalam jumlah besar sekaligus juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Banyak orang menganggap minuman dingin sebagai penyebab perut kembung saat berbuka. Namun menurut dr. Tirta, masalah utama justru terletak pada volume cairan yang diminum terlalu cepat.
Ia juga menyebut konsumsi air sangat dingin saat perut kosong berpotensi memicu sensasi brain freeze pada sebagian orang.
“Air dingin itu kalau diminum saat perut kosong rentan meningkatkan risiko brain freeze. Air biasa aja,” jelasnya.
BACA JUGA: Cara Reset Brain Fog Saat Puasa Ramadhan Tanpa Kafein, Tetap Fokus Sampai Maghrib
Puasa Bisa Jadi Detoks jika Pola Makan Terjaga
dr. Tirta juga menyinggung anggapan bahwa puasa otomatis menjadi proses detoksifikasi tubuh.
Menurutnya, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika pola makan saat malam hari tetap terkontrol dan tidak berlebihan.
“Puasa itu bisa membantu detoksifikasi tubuh kalau puasanya dilakukan dengan benar dan makanmu enggak berlebihan,” ujarnya.
Di tengah maraknya tren konten takjil yang viral setiap bulan Ramadan, menjaga disiplin saat berbuka menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.
Padahal, puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk membangun pola makan yang lebih sehat, sadar, dan terukur.***







