BI Jabar Tegaskan Komitmen Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Lewat WJES 2025

Melalui program Call for Recommendative Papers (CFRP), partisipasi publik semakin luas. Dari 348 abstrak yang diterima panitia, tersaring 22 naskah penuh terbaik dan 8 paper unggulan, yang seluruhnya diterbitkan dalam Buku Rekomendasi Kebijakan WJES 2025. Buku ini telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ekonomi regional.

Ekonomi Biru dan Industri 5.0 Jadi Fokus Transformasi Baru

Dalam Seminar Nasional WJES 2025 yang digelar di Gedung BI Jabar, para narasumber lintas sektor menyoroti pentingnya ekonomi biru dan industri 5.0 sebagai sumber pertumbuhan baru di Jawa Barat.

Prof. Suhono Supangkat, Direktur Center for Smart City and Community Innovation ITB, menilai kawasan Rebana Metropolitan memiliki potensi luar biasa di sektor ekonomi biru. Dengan garis pantai sepanjang 291 kilometer, kawasan tersebut menyimpan potensi perikanan tangkap laut senilai Rp6,6 triliun berdasarkan data BPS 2024.

Baca Juga: Jaket Compang-Camping Balenciaga Dibanderol Rp16 Juta, Ludes Terjual dalam 24 Jam

“Transformasi industri 5.0 akan berhasil jika ekonomi biru dikelola secara berkelanjutan dengan kolaborasi manusia dan teknologi. Hal ini akan memperkuat posisi Jabar sebagai pusat industri modern yang ramah lingkungan,” jelas Suhono.

Ketua ISEI Bandung, Prof. Martha Fani Cahyandito, menambahkan bahwa sekitar 5 persen riset yang masuk ke WJES membahas potensi ekonomi biru di Jabar. “Kami bekerja sama dengan Pemprov Jabar sejak tahap awal riset agar hasilnya dapat diterapkan langsung dalam kebijakan daerah,” ujarnya.

Ekonomi Jabar Tumbuh Lebih Cepat dari Nasional

Kinerja ekonomi Jawa Barat menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2025 mencapai 5,20% (year on year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,04%.