Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi yang kuat, serta kinerja positif sektor industri pengolahan, perdagangan besar-eceran, dan transportasi.
BI Jabar memperkirakan perekonomian Jawa Barat akan terus tumbuh di kisaran 4,5%–5,3% (yoy), dengan peluang akselerasi melalui penguatan konektivitas, digitalisasi ekonomi, serta pengembangan ekonomi hijau dan industri kreatif.
“Inflasi yang stabil di angka 2,63% (yoy) hingga Oktober 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam menjaga keseimbangan ekonomi,” tambah Muhamad Nur.
Pemprov Jabar Siap Terapkan Rekomendasi WJES
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengadopsi hasil kajian WJES 2025 sebagai dasar kebijakan baru.
“Kami akan menindaklanjuti hasil riset ini melalui uji hipotesis dan pilot project agar dapat direplikasi di berbagai wilayah Jawa Barat. Harapannya, langkah ini dapat membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,5% di akhir 2025,” kata Herman.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan ekonomi biru untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah utara dan selatan Jabar. “Dengan potensi kelautan, perikanan, dan pelabuhan yang dimiliki, ekonomi biru bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” tambahnya.
Sinergi Pentahelix, Kunci Akselerasi Ekonomi Jawa Barat
Melalui WJES 2025, Bank Indonesia Jabar menegaskan pentingnya sinergi pentahelix — kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media — untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah.











