Bukan Soal Pelit, Ini Cara Kelas Menengah Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

3. Langganan Digital yang Jarang Digunakan

Layanan berbasis langganan semakin menjamur dan kerap dianggap sepele karena biayanya kecil per bulan. Namun, akumulasi berbagai langganan yang jarang dimanfaatkan dapat menciptakan kebocoran anggaran yang tidak terasa dalam jangka pendek.

Meninjau ulang layanan streaming, aplikasi, atau platform digital yang tidak aktif digunakan dapat membantu kelas menengah menghemat pengeluaran rutin secara signifikan.

4. Fast Fashion dan Barang Murah Berkualitas Rendah

Produk fast fashion dan barang murah sering menggoda karena harganya terjangkau. Sayangnya, kualitas yang rendah membuat barang cepat rusak dan harus sering diganti.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru meningkatkan total pengeluaran. Memilih barang berkualitas baik dengan masa pakai lebih lama memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan meski membutuhkan biaya awal lebih besar.

5. Konsumsi Makanan Siap Saji Berlebihan

Makanan siap saji menawarkan kepraktisan, terutama bagi keluarga dengan jadwal padat. Namun, harga produk ini umumnya jauh lebih mahal dibandingkan bahan segar dengan nilai gizi serupa.

Jika dikonsumsi terus-menerus, pengeluaran untuk makanan instan dapat menggerus anggaran bulanan. Perencanaan menu sederhana dan memasak di rumah menjadi solusi efektif untuk menjaga kesehatan sekaligus stabilitas keuangan.

6. Garansi Tambahan dengan Manfaat Terbatas

Garansi tambahan sering ditawarkan saat membeli barang elektronik dengan iming-iming perlindungan ekstra. Dalam praktiknya, banyak konsumen tidak pernah menggunakan fasilitas tersebut.

Bagi kelas menengah, dana untuk garansi tambahan sering kali lebih efektif dialihkan ke dana darurat atau tabungan khusus perbaikan, sehingga memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar.