BeritaBandungRaya.com – Produsen mobil listrik raksasa asal Tiongkok, BYD Company Limited, kembali menunjukkan ambisi besarnya di kancah global.
Dalam laporan keuangan terbaru yang dikutip dari CarNewsChina, BYD mencatat pengeluaran riset dan pengembangan (R&D) sebesar 43,75 miliar yuan atau setara Rp95 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2025 — naik 31 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menariknya, investasi tersebut melampaui laba bersih perusahaan, yang tercatat sebesar 23,33 miliar yuan (Rp50,6 triliun). Langkah ini mempertegas posisi BYD sebagai salah satu produsen kendaraan energi baru (NEV) paling agresif dalam berinovasi.
BACA JUGA : BYD Denza Z: Mobil Sport Listrik Penantang Porsche yang Diuji di Nürburgring
R&D Jadi Ujung Tombak Dominasi Global
BYD kini telah mengalokasikan lebih dari 220 miliar yuan (sekitar USD 30,9 miliar) secara kumulatif untuk penelitian dan pengembangan sejak berdiri. Angka ini menempatkan BYD di posisi teratas dunia sebagai produsen otomotif kelas A dengan investasi R&D terbesar secara global.
Langkah strategis ini menegaskan fokus BYD pada pengembangan teknologi baterai, sistem bantuan pengemudi pintar, serta kendaraan listrik murni (EV) di tengah kompetisi yang semakin ketat, terutama melawan raksasa global seperti Tesla dan Hyundai.
Pendapatan dan Laba Terus Naik
Dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2025, BYD membukukan pendapatan 566,27 miliar yuan (USD 79,5 miliar), tumbuh 13 persen secara tahunan (year-on-year) dan mencetak rekor baru untuk periode yang sama.
Laba bersih kuartal ketiga juga meningkat signifikan menjadi 7,82 miliar yuan (USD 1,10 miliar), naik 23 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Menurut Securities Daily, margin kotor BYD naik 1,6 poin persentase, mencerminkan peningkatan efisiensi di lini produksi dan strategi harga yang lebih kompetitif.








