Penjualan Global Capai 3,26 Juta Unit
Dari sisi penjualan, BYD berhasil menjual 3,26 juta unit kendaraan di seluruh dunia pada sembilan bulan pertama 2025, naik 18,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut sudah memenuhi lebih dari 70 persen dari target tahunan 4,6 juta unit.
Model kendaraan dengan sistem bantuan pengemudi “God’s Eye” menjadi bintang penjualan dengan 1,7 juta unit terjual, menunjukkan adopsi pesat teknologi pintar di seluruh lini produk BYD.
Ekspor Meledak 132 Persen, Jangkau 117 Negara
Pasar internasional menjadi pendorong utama pertumbuhan BYD tahun ini.
Sepanjang Januari–September 2025, pengiriman ke luar negeri mencapai 701.600 unit, tumbuh 132 persen year-on-year.
Jaringan ekspor BYD kini menjangkau 117 negara dan wilayah, dengan total volume kumulatif menembus 700.000 unit — melampaui target tahunan lebih cepat dari jadwal.
Di segmen kendaraan listrik murni (EV), BYD mencatat penjualan 1,61 juta unit, mengungguli Tesla yang berada di kisaran 1,22 juta unit untuk periode yang sama.
Fokus pada Efisiensi dan Kemandirian Rantai Pasok
Sebagai bagian dari strategi efisiensi rantai pasok, BYD juga memperpendek siklus pembayaran ke pemasok menjadi 60 hari sejak Juni 2025.
Kebijakan ini terbukti efektif menekan utang usaha dan wesel bayar, seperti tercantum dalam laporan kuartal ketiga.
Langkah ini menunjukkan kemampuan BYD menjaga arus kas sehat di tengah peningkatan biaya produksi dan ekspansi global yang agresif.
BACA JUGA : BYD ATTO 1 Resmi Debut di GIIAS Bandung 2025, City Car Listrik Tangguh untuk Masyarakat Jabar
Ambisi Jangka Panjang: Inovasi di Atas Laba
Keputusan BYD untuk menginvestasikan dana riset yang melebihi laba bersih menunjukkan filosofi bisnis jangka panjang yang menempatkan inovasi sebagai pondasi utama pertumbuhan.
Dengan fokus pada pengembangan baterai, chip otomotif, dan teknologi kendaraan otonom, BYD tampaknya bersiap mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri kendaraan listrik dunia, bukan sekadar pesaing.
“Investasi besar dalam riset adalah taruhan BYD terhadap masa depan. Ketika industri lain mengutamakan efisiensi biaya, BYD memilih memperbesar visinya,” tulis CarNewsChina dalam laporannya.***








