Kepemilikan CGS International Naik Signifikan
Seiring transaksi tersebut, kepemilikan CGS International di saham DEWA meningkat tajam. Sebelumnya, perusahaan sekuritas ini tercatat menggenggam 1.569.200.000 saham atau sekitar 3,86 persen dari total saham beredar.
Setelah aksi pembelian, jumlah kepemilikan melonjak menjadi 2.249.540.377 saham, setara dengan 5,53 persen. Porsi di atas 5 persen ini menempatkan CGS International sebagai salah satu pemegang saham penting di PT Darma Henwa Tbk.
Kenaikan kepemilikan tersebut turut menjadi sorotan investor ritel maupun institusi lainnya.
Saham DEWA Melonjak Tajam
Di lantai perdagangan, saham DEWA menunjukkan performa impresif. Pada sesi siang perdagangan Senin (29/12/2025), harga saham DEWA terpantau melonjak 20,54 persen ke level Rp675 per saham.
Secara jangka pendek, kinerja saham ini tergolong luar biasa. Dalam satu bulan terakhir, saham DEWA tercatat naik 56,25 persen, sementara secara year to date (YtD) telah melesat hingga 508,11 persen.
Lonjakan tersebut membuat DEWA masuk radar pelaku pasar sebagai salah satu saham sektor tambang dengan performa paling agresif sepanjang 2025.
BACA JUGA: Cara Cek Bantuan BLT Kesra Rp900 Ribu 2025 Lewat HP, Lengkap dengan Syarat dan Jadwal Pencairan
Kombinasi Momentum dan Fundamental
Minat pasar terhadap saham DEWA dinilai tak lepas dari kombinasi momentum harga, sentimen korporasi, serta prospek bisnis jasa pertambangan. Sejumlah aksi korporasi sebelumnya, termasuk penguatan struktur keuangan dan strategi pendanaan, turut menopang persepsi positif investor.
Menariknya, saham DEWA juga mulai dilirik oleh berbagai sistem analisis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menilai saham berdasarkan fundamental, valuasi, dan momentum, bukan sekadar sentimen jangka pendek.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati risiko volatilitas tinggi. Kenaikan harga yang sangat agresif dinilai perlu diimbangi dengan konfirmasi lanjutan dari kinerja fundamental perusahaan.
Dengan masuknya investor institusi besar dan lonjakan harga signifikan, saham DEWA kini berada di persimpangan antara peluang lanjutan dan potensi konsolidasi.***












1 komentar
Komentar ditutup.