BeritaBandungRaya.com – Panggung D’Academy 7 babak Top 4, yang digelar pada 8–9 Desember 2025, berubah menjadi arena penuh emosi, tensi tinggi, dan kejutan yang tak terprediksi. Empat akademia tersisa—Arbil (Asahan), April (Cirebon), Valen (Pamekasan), dan Tasya (Tangerang Selatan)—menampilkan performa terbaik mereka di tahap krusial menuju Top 3. Namun, alih-alih memulangkan satu peserta seperti biasanya, dewan juri justru mengambil keputusan tak biasa: tidak ada eliminasi.
Valen Menghadirkan Momen Sakral di Panggung
Salah satu sorotan utama datang dari Valen, akademia asal Pamekasan yang tampil menggetarkan lewat lagu “Jagad Anyar Kang Dumadi”. Lagu ciptaan Soimah yang lahir di masa pandemi ini sarat makna doa pemulihan dunia, dan dibawakan Valen dengan penghayatan yang membuat panggung terasa hening dan tersedot emosinya.
Meski bukan penutur bahasa Jawa, Valen mengaku melakukan persiapan ekstra untuk memahami setiap detail lagunya.
“Orang Madura enggak bisa bahasa Jawa, tapi Valen belajar karena vibes-nya memang sakral. Awalnya belum tahu artinya, tapi setelah mengerti, rasanya beda banget saat menyanyikan,” ujarnya dalam tayangan Hot Kiss.
Usaha mendalami makna tersebut membuat penampilannya terasa begitu personal dan kuat, sampai-sampai Soimah dan Coach Fildan terlihat berkaca-kaca di meja juri.
Tasya Selamat Berkat Virtual Gift, Juri Beri Evaluasi Tajam
Drama berlanjut saat malam result. Aturan mengenai virtual gift kembali menjadi faktor penentu kelolosan peserta. Berdasarkan pengumuman Rina Nose, Tasya memperoleh total poin fantastis, 40.150.750, menjadikannya satu-satunya peserta yang lolos otomatis.
Namun, performa Tasya memicu evaluasi keras dari Soimah.
“Seharusnya pulang, tapi virtual gift menyelamatkan Tasya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dari sisi vokal dan penampilan panggung selama dua malam, Tasya dinilai tampil di bawah tiga peserta lain.












