Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
DKI Jakarta dan Jawa Barat
Wilayah ibu kota dan sekitarnya memiliki sejumlah titik strategis, di antaranya:
Kanwil Kemenag DKI Jakarta
Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat
Rumah Falak dan Monas
Yayasan Pusat Observasi Bulan Astha Hannas, Subang (Jawa Barat)
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan titik pemantauan terbanyak, antara lain:
Planetarium UIN Walisongo Semarang
Pantai Kartini Jepara
Menara Pandang Teratai, Purwokerto
POB Syekh Belabelu, Bantul
Bandara YIA, Kulon Progo
Pantai Srau, Pacitan
Pantai Pancur Alas Purwo, Banyuwangi
Kalimantan
Beberapa lokasi pemantauan di Kalimantan meliputi:
Pantai Indah Kakap, Kubu Raya (Kalimantan Barat)
Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya
Islamic Center Samarinda
Masjid IKN, Otorita IKN
Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi
Wilayah Indonesia bagian tengah juga berperan penting dalam pengamatan hilal:
Pantai Sekeh, Badung (Bali)
Desa Teniga, Lombok Utara (NTB)
BMKG Kupang (NTT)
Unismuh Makassar
Pantai Soreang, Majene
MTC Megamas Manado
Maluku dan Papua
Wilayah timur Indonesia turut berkontribusi melalui lokasi seperti:
Karpan Ambon
Desa Ngilngof, Maluku Tenggara
Pantai Afe Taduma, Ternate
Pantai Lampu Satu, Merauke
Pantai Masni, Manokwari
Baca Juga: Sambut Ramadan 2026, Jelajah Rasa Teajus Dorong Tren Es Teh Kekinian dan Berdayakan UMKM
Pengamatan Hilal Libatkan Banyak Lembaga
Pemantauan hilal melibatkan berbagai lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan data ilmiah dari lembaga tersebut memperkuat akurasi pengamatan di lapangan.









