Baca Juga: Klasemen Liga Champions 2025-2026: Union SG Pimpin, Arsenal Tepat di Belakangnya
Perombakan Lingkaran Istana
Selain menteri dan wakil menteri, reshuffle juga menyentuh jajaran staf kepresidenan. Anto M. Putranto dicopot dari posisi Kepala Staf Kepresidenan, digantikan oleh pengamat politik Muhammad Qodari. Sementara Hasan Nasbi diberhentikan dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan dan posisinya diisi Angga Raka Prabowo.
Prabowo juga menunjuk Ahmad Dofiri, mantan Wakapolri, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Polri.
Latar Belakang Reshuffle
Sebelumnya, pada Senin (8/9/2025), Presiden Prabowo sudah mengganti lima menteri, di antaranya Menkeu Sri Mulyani, Menko Polkam Budi Gunawan, Menpora Dito Ariotedjo, Menko P2MI Abdul Kadir Karding, dan Menteri Koperasi Budi Arie.
Kini, dengan tambahan 11 pejabat baru, komposisi Kabinet Merah Putih semakin lengkap. Namun, posisi Menteri BUMN masih menunggu sosok baru pasca pergeseran Erick Thohir.
Perombakan besar ini dinilai menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo untuk memperkuat stabilitas politik, mempercepat pembangunan, dan menegaskan komitmen pemerintahan dalam lima tahun ke depan.
“Semua pejabat yang diberhentikan maupun diangkat melalui Keppres ini mendapatkan hak keuangan serta fasilitas sesuai ketentuan perundang-undangan,” demikian keterangan resmi dari Istana.***












