Denada Digugat Dugaan Penelantaran Anak Kandung, Pemuda Banyuwangi Klaim Tak Pernah Diakui Selama 24 Tahun

Ressa pun mencoba meminta penjelasan langsung kepada Denada. Namun, menurut kuasa hukum, Denada tetap menegaskan bahwa Ressa hanyalah adiknya, bukan anak kandungnya.

“Ketika ditanyakan secara langsung, Denada tidak mengakui. Klien kami tetap disebut sebagai adik,” tambah Firdaus.

Baca Juga: Harta Kekayaan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Disorot Usai Jadi Tersangka KPK Kasus Korupsi Kuota Haji

Hidup Serba Kekurangan Usai Emilia Contessa Wafat

Selama ini, kebutuhan hidup Ressa sebagian besar dipenuhi oleh almarhumah Emilia Contessa. Kondisi ekonomi keluarga disebut memburuk setelah sang legenda musik Indonesia itu meninggal dunia.

“Setelah Bu Emilia wafat, tidak ada lagi pemasukan. Kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Dari situlah klien kami akhirnya menempuh jalur hukum,” jelas Firdaus.

Ressa mengaku selama hampir 24 tahun hidup dalam keterbatasan. Ia tidak pernah menerima nafkah dari Denada dan bahkan harus menghentikan kuliah di salah satu universitas swasta di Banyuwangi karena masalah biaya.

“Sempat kuliah sampai semester empat, tapi harus berhenti karena tidak sanggup bayar,” ujar Ressa.

Saat ini, ia bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dengan gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyuwangi.

Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Gugatan Masih Tahap Mediasi

Firdaus menyebutkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang menguatkan klaim bahwa Ressa adalah anak biologis Denada. Namun, bukti tersebut belum bisa dibuka ke publik karena proses hukum masih berjalan.