Apakah Netflix Sengaja Membuat Kita Jadi Kurang Cerdas?

BeritaBandungRaya.com – Pernahkah Anda merasa sebuah serial di layanan streaming terasa begitu lamban, bertele-tele, atau terlalu sering mengulang penjelasan? Fenomena ini bukan sekadar perasaan kolektif penonton, melainkan sebuah pergeseran fundamental dalam cara industri sinema modern memproduksi konten di era distraksi digital.

Jika dulu sinema memegang teguh prinsip “Show, Don’t Tell” (Tunjukkan, Jangan Katakan), kini platform global seperti Netflix seolah mengadopsi prinsip baru: “Katakan, dan Katakan Lagi.”

BACA JUGA: Tips dan Trik Memanfaatkan Instagram untuk Kebutuhan Bisnis agar Engagement Naik

Menonton Sambil Lalu: Era ‘Layar Kedua’

Perubahan gaya bercerita ini erat kaitannya dengan kebiasaan penonton modern yang jarang memberikan atensi penuh pada satu layar. Istilah second-screen viewing—menonton televisi sambil bermain ponsel atau scrolling media sosial—telah mengubah cara skrip ditulis.

Para kreator kini cenderung menyisipkan dialog yang sangat eksplisit. Karakter seringkali menjelaskan rencana mereka secara berulang, mengungkapkan perasaan mereka dengan gamblang, hingga merangkum kejadian yang baru saja lewat. Tujuannya sederhana: agar penonton yang sedang terdistraksi tetap bisa mengikuti alur cerita tanpa harus memutar ulang adegan.

Visual yang Menjadi ‘Latar Belakang’

Tak hanya dari segi dialog, aspek teknis visual pun ikut beradaptasi. Banyak produksi orisinal kini menggunakan pencahayaan yang terang secara merata dan komposisi gambar yang “aman”. Hal ini dilakukan agar kualitas visual tetap terjaga meski ditonton melalui layar ponsel dengan tingkat cahaya matahari yang tinggi, atau saat penonton sedang berada di transportasi umum.