BeritaBandungRaya.com – Kebiasaan minum kopi saat perut kosong kerap menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Kopi dikenal sebagai minuman favorit banyak orang, terutama di pagi hari, karena kandungan kafein di dalamnya mampu membantu tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan fokus setelah bangun tidur.
Tak sedikit orang yang langsung menyeruput kopi sebelum sarapan. Namun, muncul anggapan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi lambung dan sistem pencernaan. Benarkah demikian? Berikut penjelasan medis berdasarkan pandangan para ahli dan hasil penelitian.
Mengapa Banyak Orang Takut Minum Kopi Saat Perut Kosong?
Ketakutan ini berangkat dari anggapan bahwa kopi dapat memicu iritasi lambung. Kopi mengandung kafein dan senyawa asam yang diketahui dapat merangsang produksi asam lambung.
Pada sebagian orang, lonjakan asam lambung ini dikhawatirkan dapat menyebabkan:
-
Perut terasa perih
-
Sensasi terbakar di dada (heartburn)
-
Mual dan tidak nyaman
Pengalaman pribadi sebagian orang yang mengalami gejala mirip maag atau GERD setelah minum kopi saat perut kosong turut memperkuat mitos tersebut, meski belum tentu dialami semua orang.
Apa yang Terjadi pada Lambung Saat Minum Kopi?
Saat kopi dikonsumsi, tubuh bereaksi terhadap kandungan kafein dan asam di dalamnya. Mengutip sejumlah kajian kesehatan, kopi dapat merangsang produksi asam lambung, empedu, serta enzim pencernaan.
Namun, respons tubuh terhadap kopi sangat bervariasi. Faktor-faktor seperti:











