Electronic Arts Gandeng Stability AI, Hadirkan “Kuas Pintar” untuk Revolusi Pengembangan Game

AI dan Masa Depan Industri Game

Kecerdasan buatan kini menjadi pembicaraan besar di dunia pengembangan game. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, yang menaungi waralaba Grand Theft Auto (GTA), menilai kehadiran AI generatif tidak akan mengancam pekerjaan manusia.

“Teknologi selalu meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan langkah sejumlah perusahaan besar lain. Krafton, penerbit PUBG: Battlegrounds, telah lebih dulu menegaskan komitmennya terhadap riset dan pengembangan teknologi AI. Sementara Microsoft tengah membangun model AI khusus untuk mempercepat pembuatan prototype game bagi pengembang internal maupun mitra studio.

Motif Ekonomi dan Efisiensi Produksi

Menurut laporan Engadget, motivasi EA dalam mempercepat integrasi AI juga berkaitan dengan restrukturisasi internal perusahaan. EA saat ini tengah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi entitas privat, sebuah langkah yang diperkirakan melibatkan kewajiban finansial bernilai miliaran dolar.

Dengan demikian, penerapan AI dalam pipeline produksi dinilai sebagai strategi efisiensi untuk menekan biaya pengembangan sekaligus menjaga standar kualitas visual yang selama ini menjadi ciri khas game produksi EA.

BACA JUGA : Yellow Claw Rayakan Satu Dekade “Blood For Mercy”: Warisan Trap yang Kembali Menggema di Dunia Musik Elektronik

Kolaborasi antara EA dan Stability AI ini dipandang sebagai salah satu proyek paling ambisius di industri kreatif digital. Jika berhasil, “kuas pintar” tersebut bisa menjadi tonggak baru dalam sejarah pengembangan video game — di mana teknologi AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan kolaborator kreatif yang membantu manusia menciptakan dunia virtual dengan cara yang lebih cepat, presisi, dan imersif.***