Film “Pangku” Ramaikan Bandung, Nobar Ciwalk XXI Diserbu Penonton dan Dihadiri Para Tokoh

Reza Rahadian: Film Ini Lahir dari Rumah dan Masa Kecil

Dalam beberapa wawancara, Reza Rahadian menegaskan bahwa “Pangku” bukan sekadar proyek layar lebar, melainkan bentuk penghormatan kepada ibunya yang membesarkannya seorang diri. Pengalaman tumbuh bersama perempuan yang ia sebut sebagai “sumber kekuatan hidupnya” menjadi akar dari cerita film ini.

“Ini cerita yang saya bawa sejak kecil. Ada banyak luka, banyak cinta, dan banyak keberanian di dalamnya,” ujar Reza saat memulai kampanye film beberapa waktu lalu.

Sentuhan Musik dari Nadin Amizah dan Iwan Fals

Salah satu hal yang membuat “Pangku” terasa semakin personal ialah penggunaan lagu-lagu emosional dalam filmnya. Reza dan tim sukses memperoleh izin resmi untuk memakai lagu “Rayuan Perempuan Gila” milik Nadin Amizah—sesuatu yang tidak pernah diberikan untuk film lain sebelumnya.

Tak berhenti di situ, sosok legendaris Iwan Fals juga terlibat langsung dengan merekam ulang lagu “Ibu” secara khusus untuk film ini. Perpaduan kedua lagu tersebut mempertebal elemen emosional dan memperkuat pengalaman menonton.

BACA JUGA: Profil Liu Ji Yan, Pemeran Karin Hana di Drama Cina Istriku Tiga, Takdirku Gila,’ Putri Kerajaan Hanuk yang Penuh Pesona Misterius

Bandung Jadi Titik Penting Tur Promosi

Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal memiliki komunitas film yang aktif dan penonton yang selalu antusias terhadap karya-karya lokal. Sesi nobar di Ciwalk XXI pun berjalan hangat, dengan diskusi singkat antara pemeran dan penonton setelah pemutaran film.

Bagi sebagian penonton, “Pangku” bukan hanya film, tetapi ruang untuk merenungkan kembali hubungan dengan ibu, pilihan-pilihan hidup, dan cara setiap orang bertahan di tengah keterbatasan.***