Forum Beijing 2025: Pakar Global Bahas Peran Kecerdasan Digital untuk Kemakmuran Umat Manusia

Kolaborasi AI Jadi Harapan, Bukan Ancaman

Meski persaingan AI global kian meningkat, para pakar dalam forum justru menampilkan optimisme. Mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Park Jin, menilai bahwa pendekatan kolaboratif sangat penting agar teknologi frontier seperti AI tidak menjadi alat konflik geopolitik.

“Kolaborasi multilateral dalam teknologi terobosan sangatlah penting,” katanya.

“Jika dimanfaatkan dengan tepat, AI dapat menghadirkan solusi kreatif untuk mengatasi rivalitas dan membangun kepercayaan antarbangsa.”

Park juga menyoroti posisi strategis China dalam ekosistem kecerdasan digital global. Dengan sumber daya data besar, pasar yang dinamis, serta talenta teknologi yang melimpah, China dianggap sebagai salah satu pendorong utama perkembangan AI dunia.

China Percepat Transformasi Digital Nasional

Dalam beberapa tahun terakhir, China menempatkan kecerdasan digital sebagai fokus strategis pembangunan. Pada Oktober lalu, kepemimpinan Partai Komunis China memasukkan percepatan teknologi digital ke dalam rekomendasi Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).

Justin Lin Yifu, Dekan Institute of New Structural Economics di Universitas Peking sekaligus mantan Kepala Ekonom Bank Dunia, menjelaskan bahwa keunggulan industri dan kebijakan China memungkinkan negara tersebut memimpin inovasi digital global.

“Dengan pasar yang efisien, industri yang lengkap, dan pemerintahan yang solid, China memiliki keunggulan besar dalam inovasi digital,” ungkap Lin.

Ia menambahkan bahwa keunggulan ini bukan hanya menguntungkan China, tetapi juga membuka peluang bagi negara berkembang melalui teknologi terbuka yang lebih terjangkau dan berisiko rendah.