Franchise Makanan Kekinian: Peluang Bisnis, Jenis Populer, dan Tantangan yang Perlu Diantisipasi

10. Roti Gembong Gembul

Roti gembong modern tetap dekat dengan selera lokal. Tantangan terbesarnya terletak pada pengelolaan kesegaran produk serta risiko waste apabila stok tidak terkontrol dengan baik.

Tantangan Nyata di Balik Bisnis Franchise Makanan

Walaupun terlihat menjanjikan, bisnis franchise makanan tetap menyimpan tantangan tersendiri. Pada tahap awal, mitra biasanya fokus mengejar penjualan. Seiring bertambahnya jumlah outlet, kompleksitas operasional mulai meningkat, terutama dalam aspek keuangan.

Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:

  • Pengelolaan invoice antara franchisor dan mitra, termasuk franchise fee dan royalti

  • Pola pembayaran dari banyak outlet dengan ritme arus kas yang berbeda

  • Proses rekonsiliasi manual yang memakan waktu serta rawan kesalahan

Tanpa sistem yang terstruktur, skala bisnis justru berisiko menimbulkan masalah baru.

BACA JUGA: Jika Listrik Padam hingga 7 Hari, Ini Dampak dan Cara Bertahan

Pentingnya Sistem Keuangan Terintegrasi

Franchise yang sehat menempatkan invoicing dan pembayaran sebagai bagian dari sistem inti bisnis, bukan sekadar urusan administrasi. Dengan pendekatan ini, pemilik brand dapat memantau arus kas lintas outlet, menjaga konsistensi tagihan, serta memastikan operasional berjalan lancar.

Selain itu, pengelolaan berbasis data membantu franchisor dan mitra mengambil keputusan yang lebih tepat. Saat ini, banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan platform invoicing dan pembayaran terpusat, seperti Paper, untuk mengelola franchise fee, suplai bahan baku, hingga transaksi antar entitas dalam satu alur yang lebih rapi.