Garuda Indonesia Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025, Direktur Utama Glenny Kairupan Beri Penjelasan

BeritaBandungRaya.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kerugian bersih sebesar 319,39 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp5,4 triliun sepanjang tahun buku 2025. Kerugian Garuda Indonesia ini dipengaruhi oleh tekanan biaya tetap, fluktuasi nilai tukar, hingga proses pemulihan armada yang belum sepenuhnya optimal.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Glenny Kairupan, menjelaskan rugi bersih yang dialami perseroan pada 2025 tidak lepas dari meningkatnya fixed cost yang harus ditanggung perusahaan. Kenaikan beban tersebut terjadi seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang sebelumnya belum laik operasi.

Menurut Glenny, tekanan kinerja Garuda Indonesia sepanjang 2025 juga dipicu oleh fluktuasi kurs yang turut membebani keuangan perseroan. Selain itu, perusahaan masih menghadapi tantangan operasional akibat sejumlah pesawat yang masuk kategori unserviceable dan masih menunggu jadwal perawatan.

“Adapun pada tahun ini Perseroan turut mencatatkan rugi bersih sebesar USD 319,39 juta yang turut dipengaruhi oleh fluktuasi kurs, serta peningkatan biaya fixed cost seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang belum serviceable,” ujar Glenny dalam keterangannya yang diterima pada Senin, 23 Maret 2026.

Sepanjang tahun buku 2025, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 3,22 miliar dolar AS. Nilai tersebut turun 5,9 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan ini disebut berkaitan erat dengan fase konsolidasi operasional yang ditempuh perusahaan guna memperkuat fundamental bisnis di tengah proses transformasi.