Gletser Dunia Kehilangan 450 Miliar Ton Es pada 2024: WMO Peringatkan Laju Pencairan Makin Tak Terkendali

BeritaBandungRaya.com – Krisis iklim kembali menunjukkan dampaknya yang paling nyata: gletser di seluruh dunia mencair dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), penurunan massa es pada 2024 mencapai titik yang mengkhawatirkan.

BACA JUGA : 7 Gunung di Bandung yang Cocok untuk Tektok Sehari: Berangkat Pagi, Pulang Sore Tetap Puas Menikmati Alam

Menurut laporan tersebut, gletser—di luar lapisan es besar di Greenland dan Antarktika—kehilangan sekitar 450 miliar ton es hanya dalam satu tahun. Untuk memberikan gambaran konkret, jumlah itu setara dengan bongkahan es setinggi 7 kilometer atau cukup untuk mengisi 180 juta kolam renang Olimpiade.

Pemanasan Global Membuat Gletser Masuk “Iklim yang Tidak Ramah”

Secara alami, gletser mengalami siklus maju dan mundur selama jutaan tahun. Namun kini, perubahan itu terjadi jauh di luar ritme normal akibat meningkatnya suhu bumi. Emisi karbon dioksida (CO2) dari aktivitas manusia menjadi pendorong utama pemanasan global.

“Gletser mencair di seluruh dunia. Mereka berada dalam iklim yang sangat tidak ramah saat ini karena pemanasan global,” ujar Prof Ben Marzeion dari Institut Geografi Universitas Bremen.

Hilangan massa es ini bukan hanya perkara visual lanskap yang berubah, tetapi juga menjadi ancaman langsung bagi ketersediaan air tawar di berbagai negara. Banyak sungai besar di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin bergantung pada suplai air dari gletser yang mencair secara bertahap.