Tak hanya menceritakan kronologi peristiwa, Broken Strings juga menyoroti dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa bersalah, kehilangan jati diri, kebingungan emosional, hingga trauma yang memengaruhi relasi di masa dewasa.
Judul Broken Strings atau “senar yang patah” menjadi metafora kondisi batin penulis. Seperti alat musik yang kehilangan harmoni karena senarnya rusak, kehidupan tetap berjalan namun tidak lagi sama. Buku ini kemudian membawa pembaca pada proses penyadaran, pemulihan, dan upaya merangkai kembali “senar” yang pernah patah.
Alasan Aurelie Moeremans Menggratiskan Ebook Broken Strings
Keputusan Aurelie Moeremans membagikan ebook Broken Strings secara gratis bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah edukasi dan memberi kekuatan bagi penyintas lain.
“Niat awalnya adalah, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja ‘Aurelie kecil’ lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku enggak sia-sia,” tulis Aurelie.
Lewat buku ini, Aurelie berharap semakin banyak orang berani bersuara, memahami tanda-tanda grooming, serta terhindar dari hubungan yang tidak sehat—khususnya perempuan dan remaja.
Baca Juga: Telat Bayar Shopee PayLater? Ini Risiko Serius yang Perlu Diwaspadai
Mengapa Ebook Broken Strings Bisa Viral?
Popularitas ebook Broken Strings tidak lepas dari beberapa faktor utama, antara lain:
– Ditulis langsung oleh Aurelie Moeremans secara autentik
– Mengangkat isu sensitif child grooming dan kesehatan mental
– Dibagikan gratis dan legal oleh penulis






