Fakta lain yang terungkap, perawat tersebut bukan tenaga baru. Ia berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan telah bekerja lebih dari 20 tahun di RSHS.
Kasus ini mencuat setelah seorang pasien bernama Nina Saleha membagikan pengalaman traumatisnya melalui media sosial TikTok. Dalam unggahannya, ia mengaku bayinya nyaris dibawa pulang oleh keluarga lain akibat kesalahan prosedur di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS pada Rabu (8/4/2026).
Insiden bermula saat bayi Nina yang dirawat karena penyakit kuning diperbolehkan pulang. Namun karena kendala administrasi, Nina sempat meninggalkan ruangan. Saat kembali, ia mendapati inkubator bayinya kosong dan sang anak sudah berada dalam gendongan orang lain.
Nina mengaku mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang digunakan. Ia pun langsung bereaksi dan menghentikan keluarga tersebut.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Malam yang Bisa Picu Stroke, Wajib Dihindari Sejak Dini
“Saya kaget, langsung bilang itu anak saya, lalu panggil perawat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap petugas yang dinilai tidak menjalankan prosedur verifikasi dengan benar. Bahkan, ia mengaku sempat diminta mengubah penilaian layanan rumah sakit oleh petugas keamanan.
Menanggapi kejadian ini, pihak RSHS telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada keluarga pasien. Manajemen rumah sakit juga mendatangi kediaman Nina untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Meski demikian, tekanan publik terus menguat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas guna menjamin standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pasien benar-benar ditegakkan.











