BeritaBandungRaya.com – Gejolak geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada harga energi global, termasuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan, berdasarkan data terbaru, selisih harga bensin antarnegara bisa mencapai lebih dari 100 kali lipat.
Kenaikan harga minyak dunia juga dipicu konflik yang memanas, membuat harga minyak mentah melonjak tajam dan berimbas ke berbagai negara.
Negara dengan Harga BBM Termurah
Negara dengan harga BBM paling murah umumnya adalah produsen minyak yang memberikan subsidi besar kepada masyarakat.
Beberapa di antaranya:
- Iran: sekitar Rp500–Rp1.000 per liter (subsidi terbatas)
- Libya: sekitar Rp400–Rp500 per liter
- Venezuela: sekitar Rp500–Rp600 per liter
BACA JUGA: Resmi! Harga BBM 1 April 2026 Tidak Berubah, Ini Daftar Lengkap di SPBU Pertamina
Harga murah ini terjadi karena pemerintah menanggung sebagian besar biaya energi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Namun, seperti di Iran, harga bisa naik jika kuota subsidi habis.
Negara dengan Harga BBM Termahal
Sebaliknya, negara dengan harga BBM termahal biasanya memiliki pajak tinggi dan minim subsidi.
Contohnya:
- Hong Kong: sekitar Rp60.000 per liter
- Islandia: sekitar Rp40.000 per liter
- Belanda & Jerman: Rp30.000–Rp40.000 per liter
Harga tinggi ini juga digunakan sebagai strategi untuk:
- Mengurangi konsumsi BBM
- Mendorong transportasi umum
- Mendukung energi ramah lingkungan
Posisi Indonesia di Tengah
Indonesia berada di kategori harga menengah.
- Rata-rata BBM: sekitar Rp10.000–Rp14.000 per liter
- Lebih murah dari rata-rata global (~Rp21.000 per liter)
Artinya, harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau dibanding banyak negara lain, terutama negara maju.












