Harga Emas 2026 Bergejolak, AS Soroti Spekulasi di China

  • Pasar properti melemah

  • Suku bunga deposito rendah (sekitar 1%)

  • Pilihan investasi terbatas

Emas menjadi alternatif lindung nilai yang menarik bagi rumah tangga.

Saat ini, emas baru mencakup sekitar 1% dari total aset rumah tangga China. Namun angka ini diprediksi bisa melonjak hingga 5% dalam waktu dekat.

Peran De-Dolarisasi China

Selain investor ritel, pemerintah China juga memainkan peran penting lewat strategi de-dolarisasi.

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan kepemilikan surat utang AS oleh China turun 11% secara tahunan menjadi US$ 682 miliar pada November 2025.

Di sisi lain, People’s Bank of China (PBoC) terus menambah cadangan emas selama 15 bulan berturut-turut hingga mencapai sekitar 2.300 ton.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Turun Rp 7.000 Hari Ini 11 Februari 2026, Buyback Ikut Melemah

Pergeseran Fungsi Emas di Pasar Global

Secara tradisional, emas dikenal sebagai safe haven saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Namun fenomena 2026 menunjukkan pergeseran fungsi emas menjadi instrumen spekulatif jangka pendek.

Keterlibatan produk keuangan modern seperti ETF dan futures dengan leverage tinggi membuat harga emas kini lebih sensitif terhadap:

  • Sentimen pasar

  • Arus dana spekulatif

  • Kebijakan moneter global

Jika gelembung harga pecah, dampaknya bisa menjalar ke pasar internasional dan memicu aksi jual besar-besaran.