Harga Emas Antam 25 Februari 2026 Anjlok, Turun Rp45.000 ke Rp3.023.000 per Gram

  • Harga emas spot turun 1,4% menjadi USD 5.158,24 per ons

  • Harga emas berjangka AS pengiriman April turun 0,9% ke USD 5.176,30

Pelemahan ini dipicu oleh aksi ambil untung dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Kenaikan kurs dolar AS sebesar 0,1% membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut penurunan ini kemungkinan hanya koreksi sementara setelah emas sebelumnya menguat.

BACA JUGA: Harga Emas Dunia Melonjak Tembus US$5.148, Sentuh Level Psikologis Baru

Faktor Geopolitik dan Tarif AS

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan setelah Presiden AS Donald Trump berjanji menaikkan bea masuk hingga 15% menyusul putusan Mahkamah Agung terkait kewenangan tarif.

Namun, pada Selasa, AS resmi memberlakukan tarif 10% untuk seluruh barang yang tidak dikecualikan. Selain itu, pasar juga menanti perkembangan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa.

Ketegangan geopolitik biasanya menopang permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, ketika harga mendekati rekor tertinggi, tekanan aksi ambil untung cenderung meningkat.

Pergerakan Logam Mulia Lain

Selain emas, harga logam mulia lain juga bergerak variatif:

  • Perak spot turun 1,2% menjadi USD 87,21 per ons

  • Platinum naik 1% menjadi USD 2.175,95 per ons

  • Paladium naik 2,3% menjadi USD 1.785,35

Secara umum, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai favorit saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.***